Renungan Kristen berdasarkan Kejadian 12β22
Pendahuluan
Dalam perjalanan hidup, pasti kita sering kali dihadapkan dengan pilihan yang menuntut iman dan ketaatan. Nah…aku mau bahas salah satu tokoh Alkitab yang menjadi teladan dalam hal iman dan ketaatan yang mungkin sudah sering kalian mendegarnya…..tokoh tersebut adalah Abraham, yaa… siapa sih yang ngak kenal Abraham, di dalam lagu juga ada disebut sebagai βbapa orang berimanβ karena ketaatannya kepada Allah, bisa di bilang tidak masuk akal…π±π±, karena gak semua orang bisa seperti Abraham
βLalu percayalah Abram kepada TUHAN, dan TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.βKejadian 15:6
Kisah Singkat Abraham
Jadi Awalnya bapak kita Abraham, dipanggil oleh Allah untuk meninggalkan negrinya, keluarganya, dan rumah ayahnya untuk pergi menuju negeri yang bahkan dia sendiri tidak tau negri tersebut (Kejadian 12:1). Tanpa peta, tanpa kepastian, tanpa petunjuk, ngak ada Grab lagi, aduh ngak kebayang dah…, ia berjalan hanya dengan satu hal saja yaituππ» iman kepada janji Allah.
Allah berjanji akan membuat keturunan Abraham menjadi bangsa yang besar dan memberkati seluruh bumi melalui dirinya, WOW keren begete ngak sih….memang sih janji Tuhan tuh ngak usah diragukan lagi dah…, ya walaupun janji itu tampak mustahil karena Abraham dan istrinya, Sara, sudah tua dan belum memiliki anak, tapi ia yakin bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil
Ujian Iman di Gunung Moria
Puncak ujian iman Abraham itu terjadi ketika Allah memintanya mempersembahkan anaknya, Ishak, sebagai korban bakaran, wah kalau gw jadi Abraham sih, sudah berapa perintah Tuhan yang gw tolak hehe π … (Kejadian 22:1β19). Bayangin guys pergumulan batin yang abraham alami β anak yang dijanjikan Allah sendiri diminta untuk dikorbankan!
Namun Abraham taat. Ia percaya bahwa Allah sanggup membangkitkan Ishak, bahkan dari antara orang mati (Ibrani 11:17β19). Dan benar, di detik terakhir, Allah menyediakan domba jantan sebagai pengganti Ishak. Tempat itu kemudian disebut Yehovah Jireh β βTuhan yang menyediakan.β
Pelajaran Iman dari Abraham
- 1. Iman bukan hanya percaya, tapi juga bertindak.
βKarena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya.β (Ibrani 11:8) - 2. Janji Allah tidak pernah gagal, meski tampak mustahil.
βSebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.β (Lukas 1:37) - 3. Ketaatan membawa penyediaan.
Saat Abraham taat, Allah menunjukkan diri-Nya sebagai penyedia yang setia β Yehovah Jireh.
Penutup
Kisah Abraham ini mengajarkan aku serta teman-teman juga bahwa iman sejati diuji melalui tindakan nyata. Kadang kita tidak mengerti jalan Tuhan, tetapi ketika kita tetap percaya dan taat, kita akan melihat penyertaan dan janji-Nya digenapi.
βIman tanpa perbuatan adalah mati.βYakobus 2:26
Referensi Ayat:
- Kejadian 12:1β4
- Kejadian 15:1β6
- Kejadian 22:1β19
- Ibrani 11:8β19
- Yakobus 2:21β23
Referensi Artikel:
- https://www.jw.org/id/perpustakaan/buku/iman-sejati/abraham-kisah-alkitab/?utm_source=chatgpt.com
- https://elohim.id/abraham-bapa-orang-beriman/?utm_source=chatgpt.com
- https://cahayapengharapan.org/abraham-i-bapa-orang-beriman/?utm_source=chatgpt.com
- https://crcs.ugm.ac.id/kisah-abraham-dalam-tradisi-kristen-dan-islam/?utm_source=chatgpt.com
Sangat terberkati πππ»
πππ»
Terimakasih Elvan TYM πππ»
πππ»