pengen abadi malah minum merkuri

pasti judul yang tadi kalian baca membuat kalian mikir emang ada orang yang mau minum merkuri atau kalian mikir ini orang konyol banget atau malah judul nya keliatan sarkas??? wkkwkwk semua asumsi itu pasti ada aja di banyak pemikran orang orang yang ga tau siapa itu “QIN SHI HUANG” raja tiongkok yang terkenal akan pemerintahan nya,kekuatan nya,kebengisan nya,kepintaraan nya lalu jangan lupa hal yang paling menonjol adalah hasrat untuk hidup abadi.Qin shi huang menurut ku raja yang cukup aneh karena ngapain juga ada orang yang mau bikin patung yang sebegitu banyak nya dan realistis di dekat makam diri sendiri? aku jadi kasihan buat orang yang di perintahkan bikin patung terakota sebanyak 8.099 pasti rasanya pengen nangis dan berhenti aja atau bahkan nyuruh balik orang yang udah kasih perintah !! (rest in peace pembuat patung terakota ๐Ÿ™‚ ,dan yang aku temukan di internet maksud dari pembuatan patung terakota yang sebanyak itu buat jagain Qin shi huang setelah kematian nya agak di luar nalar memang tapi seperti nya itu udah hal biasa pada zaman itu

Bicara soal Qin shi huang Raja yang lahir 259 SM di Hanan memang ada ketertarikan sendiri menurut aku terlepas dari pemikiran nya yang “di luar nalar coy” dia tetap menjadi Raja yang begitu di luar biasa pada zaman itu bayangin aja si Qin shi huang menaklukkan enam negara yang pada saat itu sedang berperang dan bahkan Raja satu ini bisa menyatukan mereka di bawah kekuasaan nya Qin shi huang yang bikin kerajaan Qin jadi tonggak awal era kekaisaran Tiongkok keren gak?? ya keren lah terus kalau kalian juga pernah dengar tembok china? yang biasa nya kalau main game atau main sesuatu terus ada pertahanan yang gede,kokoh dan kuat banget pasti di sebut ( KEKUATAN TEMBOK CHINAA ) NAH ITUU DIA “THE GREAT WALL” tembok yang dibikin dengan panjang sekitar 2.414 km (atau 1.500 mil).tinggi rata-rata tembok sekitar 7,6 meter. dan lebar 4,6 hingga 9,1 meter itu di buat dengan perkiraan waktu hampir 2.500 tahun.Tembok ini mulai dikerjakan pada abad 7 SM sampai 19 M. waktu yang lama bukan??tapi penyelesaian tembok ini di lanjut oleh dinasti Han. dan yang aku temui dari beberapa informasi di internet tujuan kerajaaan QIN ini buat tembok yang sebegitu besar nya adalah melindungi wilayah kekaisaran China dari serangan suku-suku nomaden dari utara seperti xiongnu lalu tembok ini juga di gunakan untuk penjaga jalur perdagangan pada masa itu, Tembok Besar juga berperan sebagai pengawas jalur perdagangan penting seperti Jalur Sutra, serta mengontrol perdagangan dan imigrasi dan yang terahkir juga sebagai tanda kekuatan dan keagungan dinasti QIN

Beralih dari the great wall kita bakal masuk ke topik mana hayooo??? ya benar kita bakal ke topik yang sudah ada di atas yaitu raja yang….. monarki hehe (soal yang abadi nanti dulu kapan-kapan ๐Ÿ˜€ ) iya jadi raja yang satu ini terkenal juga akan kebengisan dan pemerintahan nya yang monarki. Sejarah mencatat bahwa si raja kita ini si QIN SHI HUANG membakar buku untuk menekan pandangan yang berlawanan, Qin Shi Huang juga memerintahkan pembakaran ratusan ribu buku dan mengubur hidup-hidup 460 sarjana Konfusianisme lalu ia juga sangat mengontrol pergerakan rakyat nya penduduk tidak diperbolehkan berpindah-pindah tanpa izin pemerintah, dan pembangunan besar-besaran sering melibatkan transmigrasi penduduk ke wilayah baru dan yang terahkir yang tadi kita sudah bahas pada waktu pembangunan the great wall banyak warga yang di ambil dan di perkerjakan dengan paksa untuk membangun tembok besar itu hingga menimbulkan banyak korban jiwa yang berjatuhan dan kebencian setiap keluarga kepada pemerintahan. Oke aku akan menjelasakan dan membawa kalian untuk membayangkan kondisi saat itu. Dari peristiwa-peristiwa tersebut pertama aku akan membawa kalian pada topik “pembakaran buku” karena topik ini juga cukup terkenal dan melekat kepada raja kita si QIN SHI HUANG

peristiwa pembakaran buku dan para cendikiawan

pada masa dinasti Qin peristiwa yang berlangsung dari tahun 213 hingga 206 SM , Seratus Aliran Pemikiran dihabisi sementara legalisme berhasil bertahan. Salah satu efek samping dari peristiwa ini adalah marginalisasi mazhab pemikiran Mozi dan bertahannya pemikiran Konfusius.Menurut Catatan Sejarah Agung, setelah Qin Shi Huang berhasil menyatukan Cina, kanselirnya Li Si mengusulkan agar diskursus intelektual dihabisi agar pemikiran politik dapat disatukan. Usulan ini didukung oleh tuduhan bahwa kaum terpelajar melakukan pembangkangan melalui fitnah. Maka, dimulai dari tahun 213 SM, semua karya klasik Seratus Aliran Pemikiran – kecuali yang berasal dari mazhab Li Si yaitu legalisme – dibakar. Qin Shi Huang juga membakar catatan sejarah lain karena dapat mengganggu kekuasaannya, dan menulis buku sejarahnya sendiri. Li Si kemudian mengusulkan agar semua sejarah di arsip kekaisaran dibakar, kecuali yang ditulis oleh sejarawan Qin. Ia juga mengusulkan agar orang yang mendiskusikan buku-buku tersebut dihukum mati, agar orang yang menggunakan karya-karya tersebut untuk menyindir politik kontemporer dihukum mati bersama keluarganya, dan agar mereka yang tidak membakar buku tersebut selama 30 hari dibuang ke utara untuk membantu pembangunan Tembok Besar Cina. Hanya buku mengenai perang, kedokteran, pertanian dan ramalan yang disisakan. lalu peristiwa ini memakan korban dengan kurang lebih 460 cendekiawan di ibu kota dikubur hidup-hidup, meskipun menurut Wei Hong jumlahnya mencapai 700. Peristiwa ini menjadi tekanan besar bagi warga tiongkok pada zaman itu, kejam kan? itu salah satu dari kebengisan raja yang pernah berkuasa dengan hebat nya di Tiongkok.lalu kebengisan Qin shi huang addalah peristiwa pembangunan the great wall yang menyimpan banyak isak tangis dan jeritan dari rasa sakit setiap pekerja.Pada Tembok Besar Cina bukan hanya proyek arsitektur, tetapi juga simbol dari pengorbanan besar. Pembangunan tembok ini membutuhkan sumber daya manusia yang sangat besar, dan biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah Cina kuno juga sangat tinggi. Ribuan pekerja kehilangan nyawa karena kondisi kerja yang berat, penyakit, dan kelaparan.

Lalu ke topik utama kita tentang raja yang berambisi hidup abadi.Pada 211 Sebelum Masehi, sebuah meteor jatuh di dekat bagian hilir Sungai Kuning. Di atasnya ada tulisan yang berbunyi; “Kaisar pertama akan mati dan tanahnya akan dibagi.” Tentu saja tulisan itu membuat sang kaisar murka.Qin Shi Huang menuntut untuk mencari tahu siapa yang menulisnya. “Ketika tidak ada yang maju, dia mengeksekusi setiap orang di daerah itu,” tulis Mark Oliver(seorang peneliti) di laman Ancient Origins. Kemudian meteor itu sendiri dihancurkan menjadi potongan-potongan sehingga tidak ada yang akan melihat pesan itu lagi.

Xu Fu dan Gunung Keabadian

Lalu kaisar langsung bertindak dengan mengaharuskan setiap pos pemerintah di kekaisaran diperintahkan untuk memusatkan perhatian pada pengembangan ramuan keabadian. Seorang pejabat di Duxiang meminta maaf karena belum memecahkan rahasia keabadian dan berjanji akan melipatgandakan upaya mereka. Yang lain, dari Langya, mengirimi kaisar ramuan dari gunung lokal yang mereka pikir bisa membuat manusia abadi.Namun, dari setiap tanggapan yang diterima, Qin Shi Huang paling percaya pada jawaban dari penyihirnya Xu Fu dari Pulau Zhifu.Xu Fu menulis kepada kaisar bahwa ada tempat bernama Pulau Penglai yang tersembunyi di Samudra Pasifik. Di sana, tinggal delapan makhluk abadi yang menyimpan ramuan kehidupan.Dia akan membutuhkan perahu mewah, Xu Fu menjelaskan, dan 6.000 perawan sebagai upeti untuk makhluk abadi. Kaisar bersedia mengeluarkan biaya tak terbatas jika Xu Fu bisa menjamin kehidupan abadi baginya.Qin Shi Huang berlayar langsung ke Pulau Zhifu dengan semua yang dibutuhkan Xu Fu.

Dia memberikan segala hal yang diminta oleh Xu Fu. Xu Fu tidak akan pernah menemukan ramuan kehidupan atau yang abadi di Pulau Penglai. Kemungkinan besar, dia mungkin bahkan tidak mencoba.Untuk waktu yang lama, Qin Shi Huang menunggu kabar dari Xu Fu. Kesabarannya habis ketika sekelompok bandit berusaha membunuh sang kaisar. Kejadian itu pun menyadarkannya: Jika Xu Fu tidak kembali tepat waktu, ia akan mati. namun singkat cerita xu fu tak dapat menenmukan ramuan itu dan terus beralasan dan kaisar yang semakin marah mulai menuntut pada hari itu ahkirnya Xu Fu berlayar untuk terakhir kalinya, berjanji akan pergi ke Pulau Penglai. Tidak ada alasan lagi yang bisa diberikan pada kaisar yang sudah habis kesabarannya itu. Jika ia kembali dengan tangan kosong lagi, kali ini ia pasti tidak akan selamat. Jadi Xu Fu berlayar ke timur dan tidak pernah kembali.

Dalam perjalanan pulang dari Pulau Zhifu, sang kaisar berhenti di sebuah istana di Hopei dan jatuh sakit parah. Dia meminum pil yang dijanjikan salah satu alkemisnya akan membuatnya hidup abadi.Namun, apa yang sebenarnya mereka berikan kepadanya adalah pil merkuri beracun. Sang kaisar meminum dosis yang mematikan dan meninggal malam itu juga.Para pejabatnya berusaha menutupi kematian kaisar selama mungkin. Jenazahnya dikirim pulang dengan gerbong tertutup yang diapit gerobak berisi ikan busuk agar tidak ada yang mencium bau jenazahnya.

Kematian kaisar tidak bisa dirahasiakan selamanya. Dalam waktu singkat, perang saudara yang mengerikan meletus. Tiongkok bersatu yang dipimpin oleh Qin Shi Huang pun runtuh. Dinasti yang dijanjikan oleh sang kaisar akan bertahan 10.000 generasi runtuh dalam waktu tiga tahun.ย Kaisar Qin Shi Huangย sendiri hanya hidup sampai usia 49 tahun. Sebuah akhir yang aneh dan tragis bagi kaisar yang mencari ramuan hidup abadi.

2 thoughts on “pengen abadi malah minum merkuri”

Leave a Comment