Ga ada yang tahu kapan datangnya bencana. Ga ada yang tau apa yang akan terjadi kedepannya. Hal itu dirasakan oleh warga di daerah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dalam sekejap, mereka tiba tiba kehilangan banyak hal berharga. Rumah, harta benda, bahkan nyawa hanyut terbawa arus banjir. Mereka bukan hanya menderita sakit secara fisik tapi juga emosional. Ada seorang ibu yang adalah korban bencana itu, dia menyaksikan sendiri anaknya hanyut di depan matanya, namun dia pun tidak bisa melakukan apa apa karena harus memegang anaknya yang perempuan, yang saat itu mereka sedang berpegangan dengan pohon yang ada. Dan masih banyak kejadian lain yang memilukan.
Bencana ini bukan hanya karena faktor cuaca atau hujan yang deras selama berhari hari sehingga mengakibatkan banjir. Namun ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, juga menjadi salah satu faktor terjadinya bencana tersebut. Meskipun pemerintah menolak bantuan dari luar karena merasa masih mampu untuk menangani masalah bencana ini, Pemerintah tetap memberikan pasokan makanan (dalam bentuk dapur umum juga), pakaian, obat obatan, dan perbaikan fasilitas di sana. Pemerintah akhirnya membuka matanya terhadap penyebab meningkatnya risiko banjir dan longsor. Kemudian pemerintah mengusut perusahaan perusahaan yang diduga berkontribusi dalam hal itu. Untuk hal ini, aku bisa acungi jempol karena keberanian pemerintah untuk tetap menjaga stabilisasi alam.
Mungkin terlambat, namun perlu ada langkah, dan pemerintah sudah melakukannya. Tugas ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun juga kita sebagai masyarakat. Karena, manusia diciptakan dengan sempurna, diberikan akal budi, hikmat yang dari Tuhan. Karena itu, manusia juga akhirnya mengusahakan dan menjaga Taman Eden. Sejak awal memang manusia sudah diciptakan untuk bisa mengelola apa yang Tuhan sudah ciptakan di dunia ini, dan salah satunya adalah menjaga alam.
Aku bukan mau menghakimi perbuatan oknum yang akhirnya “layak” terdampak hal itu karena perbuatan mereka sendiri, tapi justru jadi pembelajaran untuk kita juga bahwa dari perbuatan kita, orang lain juga bisa merasakan dampaknya. Dalam kasus ini, beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menjaga alam, imbasnya jadi sangat kacau dan meluas juga ke orang lain.
Kita yang tidak terdampak juga harus peka dengan apa yang sedang terjadi di sekitar kita. Jangan menutup mata dengan kejadian yang mungkin tidak kita rasakan efeknya. Tapi, kita bisa menjadi bagian dalam menjaga alam. Karena kita tau dengan kejadian ini, bisa juga menjadi refleksi untuk kita, apakah kita sudah mengelola yang telah Tuhan percayakan kepada kita?
Memang kejadian kemarin memilukan, tapi harus bangkit dari keterpurukan itu. Kejadiannya memang cepat, tapi meninggalkan luka yang mendalam dengan efek yang bisa berkepanjangan.
Perhatikan apa yang kita lakukan. Pikirkan apa dampak dan manfaatnya. Peduli dengan apa yang terjadi, karena itu adalah tanggung jawab kita bersama❤️
What Do You Think?
Referensi:
https://www.bbc.com/indonesia/articles/cly16g07r7ro
https://www.bbc.com/indonesia/articles/c0r95w7dw8jo
https://mediacenter.riau.go.id/read/94312/senja-berlumur-duka-di-agam-kesaksian-warga-s.html
❤️